Tentang KMMI

SEJARAH ORGANISASI

 

Organisasi Keluarga Masyarakat Muslim Indonesia di Abu Dhabi, UAE atau lebih dikenal dengan singkatan KMMI-AUH berdiri pada bulan Ramadhan Tahun 2000. Pada mulanya, organisasi ini dirintis oleh 8 (delapan) warga Indonesia yang berprofesi sebagai perawat dan staf ADNOC yakni Bapak Pamuji (Ketua KMMI-AUH pertama) Yusbar Yunus, Tomikun, Syamsul Hadi, Rahmat, Dzakirullah, ibu Uci dan Fikri, dengan dukungan staf KBRI saat itu: Bapak Suratno Munajab dan Umar Ibrahim Lubis.

Motivasi awal pembentukan organisasi ini adalah agar masyarakat Muslim Indonesia di PEA khususnya di Abu Dhabi mempunyai wahana untuk bersilaturahmi dan mengadakan kegiatan keagamaan secara berkesinambungan dan terarah. Pembentukan KMMI-AUH ini juga terinspirasi oleh organisasi yang serupa yang sudah berdiri di Dubai yaitu IJI (Ikatan Jamaat Islam). Belakangan organisasi jamaat Islam di Dubai ini kemudian tidak berlanjut lagi.

Pada awal berdirinya, organisasi yang belum diberi nama ini diketuai oleh Sdr Pamuji dengan kegiatan rutin mengadakan pengajian bulanan setiap pekan ke-2 bertempat di rumah jamaah secara bergiliran. KBRI Abu Dhabi saat itu memberi dukungan secara personal dengan terlibatnya staf KBRI dalam kegiatan Pengajian Bulanan yang terselenggara. Setelah 1 tahun beraktifitas dan dengan dukungan Duta Besar RI saat itu Bapak Ibrahim Yusuf, organisasi ini kemudian secara resmi diperkenalkan dengan nama Indonesian Assosiation Moslem Abu Dhabi (IAMA) atau Keluarga Masyarakat Muslim Indonesia (KMMI) yang kepengurusannya diketuai oleh Sdr Dzakirullah Safei.

Selama masa awal kepengurusan 2000-2001, organisasi sederhana ini berjalan dengan antusias meski dengan fasilitas terbatas yang terkadang memanfaatkan jalur komunikasi di KBRI dan pribadi. Saat itu mailing list sebagai wadah komunikasi sesama anggota masih belum dimanfaatkan.

Beberapa tahun kemudian, kepengurusan silih berganti dari Bapak Sumarwito, Yuli Lestariono, Lalan Purnama, Sugeng Rido N. H, Muhammad Walfajri, dan saat ini Muhibuddin Soekarno. Anggota komunitas ini sudah berjumlah sekitar 500 kepala keluarga dengan kegiatan yang tak hanya menyelenggarakan pengajian rutin bulanan tapi juga dengan berbagai aktifitas lainnya sebagai berikut:

  • Umrah bersama KMMI-AUH setiap tahun, melibatkan komunitas Indonesia di Dubai, Abu Dhabi, dan Ruwais
  • Pengajaran Bahasa Arab mingguan, yang dibina oleh Ust Zaki Abu Kayyisa
  • Kajian Fiqh yang dibina oleh Ust Suratno Munajab
  • TPA Qurrata A’yun untuk anak2 dan remaja dimulai bulan Oktober 2013.
  • Pendampingan psikologis bagi TKW di Shelter KBRI
  • Penyelenggaraan Sholat Idul Adha dan Idul Fitri bersama masyarakat Indonesia di Abu Dhabi
  • Lomba Keagamaan untuk Anak-anak
  • Workshop pengajaran keterampilan IT: SAP, Microsoft, dll
  • Berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan-kegiatan KBRI termasuk tatap muka atau pengajian khusus dengan tokoh Indonesia seperti Presiden ke-3 BJ Habibie (Dec 2013), Mantan Menlu dan Menko Kesra Dr Alwi Shihab (Dec 13), Anggota DPR, PKPU, BNPT, Ormas Keagamaan dsb.
  • Bekerja sama dan silaturahmi dengan organisasi masyrakat Indonesia seperti IATMI-UAE, IA-ITB UAE, ILUNI UAE, IMA Dubai, PhotoAD, dan sebagainya.

 

Urutan Ketua KMMI sejak berdiri hingga kini:

1.      Pamuji : 2000 – 2001

2.      Zakirullah Syafei : 2001 – 2002

3.      Abdul Latief Sukyan : 2002 – 2003

4.      Yuli Lestariono : 2003 – 2004

5.      Bambang Santoso : 2004 – 2005

6.      Sumarwito : 2005 – 2007

7.      Lalan Purnama : 2007 – 2009

8.      Sugeng Ridho Nanang Hudi : 2009 – 2011

9.      Muhammad Walfajri : 2011 – 2013

10.  Muhibuddin Soekarno : 2014 – 2016

 

 

 

Friend: tai game mobile,tai game dao vang,